Selasa, 14 April 2009

Pengembangan Kurikulum

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, sallawat serta salam semoga dilimpahkan kepada nabi Muhammad saw, karena dengan ridhonya penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.
Makalah ini penulis buat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pengembangan Kurikulum , oleh dosen Dr. Lena Nuryanti Sastradinata. Makalah ini berisi tentang pengembangan kurikulum kaitannya dengan peningkatan kualitas pendidikan khususnya di Indonesia. Kualitas pendidikan itu sendiri dipengaruhi oleh kualitas pelaku pendidikan, proses pengajaran serta bagaimana pelaku tersebut menyikapi pengembangan kurikulum itu sendiri. Makalah ini berjudul “ Landasan pengembangan Kurikulum dalam Kaitannya dengan Guru, Proses Pengajaran, serta Bagaimana Guru Mengembangkan Kurikulumnya”.
Demikianlah makalah ini disusun dengan tidak luput dari segala kekurangannya. Penulis harapkan kritik dan saran atas makalah ini demi perbaikan untuk masa yang akan datang, dan semoga dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi dunia pendidikan pada umumnya.

Penulis,

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ……………………………………………………………..i
Daftar isi …………………………………………………………….ii
BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………..1
1. Latar Belakang Masalah ……………………………………………..1
2. Rumusan Masalah ……………………………………………………..1
3. Tujuan dan Manfaat ……………………………………………..2
4. Sistematika Penulisan ……………………………………………..2
BAB II PEMBAHASAN ……………………………………………..3
1. Landasan Pengembangan Kurikulum Kaitannya dengan Guru………..3
2. Landasan Pengembangan Kurikulum Kaitannya dengan Proses
Pengajaran ……………………………………………………………..4
3. Cara-cara Guru Mengembangkan Kurikulum ……………………..5
BAB III KESIMPULAN ……………………………………………..7

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah
Globalisasi menimbulkan terjadinya Hiper Competation, sehingga globalisasi telah memunculkan dan mensyaratkan pasar baru, produk baru, mind set baru, kompetensi baru dan cara pikir bisnis baru yang berbasis strategic’s (Prof. Dr. H. M. Sidik Priadana). Sehingga globalisasi harus jadi peluang bagi bangsa Indonesia untuk meningkatkan human source (SDM) karena Indonesia memiliki natural source (SDA) yang melimpah.
Salah satu langkah meningkatkan SDM yaitu melalui peningkatan kualitas pendidikan yang menyeluruh dan berkesinambungan. Adanya globalisasi, perubahan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi dan sosial budaya terjadi sangat pesat dan meluas. Dengan peningkatan kualitas pendidikan diharapkan kita mampu menjaga keseimbangan sumber daya.
Pengembangan kurikulum merupakan titik tolak adanya pengembangan pendidikan. Pengembangan pendidikan akan berimbas pada pola perilaku guru, proses pengajaran dan hasil pengajaran. Sehingga dapat kita katakana bahwa landasan pengembangankurikulum sangat erat kaitannya dengan guru, proses pengajaran, serta bagaimana seorang guru mengembangkan kurikulumnya.
2. Rumusan Masalah
Globalisasi merupakan salah satu tantangan bagi dunia pendidikan di Indonesia, yaitu untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan. Tantangan ini timbul karena salah satu unsur pelayanan dasar yang diperlukan masyarakat adalah pendidikan. Untuk meningkatkan pelayanan pendidikan pemerintah mengambil salah satu cara yaitu dengan pengembangan kurikulum. Dari uraian diatas maka penulis dapat mengambil beberapa rumusan masalah, diantaranya:
- Bagaimana landasan pengembangan kurikulum kaitannya dengan guru?
- Bagaimana landasan pengembangan kurikulum kaitannya dengan proses pengajaran?
- Bagaimana guru mengembangkan kurikulumnya?

3. Tujuan dan Manfaat
Dengan adanya makalah ini diharapkan landasan pengembangan kurikulum mampu memberikan kontribusinya bagi pengembangan guru, proses pengajaran dan hasil pendidikan. Landasan pengembangan kurikulum dapat menjadi landasan seorang guru sebagai salah satu tenaga kependidikan untuk mengembangkan kurikulum dalam proses pengajaran baik disekolah maupun diluar sekolah.
4. Sistematika Penulisan
Makalah ini disusun berdasarkan sistematika penulisan sebagai berikut :
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
2. Rumusan Masalah
3. Tujuan dan Manfaat
4. Sistematika Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
1. Landasan Pengembangan Kurikulum Kaitannya dengan Guru
2. Landasan Pengembangan Kurikulum Kaitannya dengan Proses Pengajaran
3. Cara-cara Guru Mengembangkan Kurikulum
BAB III KESIMPULAN

BAB II PEMBAHASAN

1. Landasan Pengembangan Kurikulum Kaitannya dengan Guru
Pendidikan adalah bagian dari fenomena masyarakat yang berubah. Perubahan pendidikan masyarakat Indonesia dipicu oleh globalisasi perkembangan iptek. Globalisasi iptek mengiringi pengembangan kemampuan sumber daya manusia Indonesia. Faktor pemicu proses perubahan diantaranya pengembangan system pendidikan dan orientasi ke masa depan.
Berbicara tentang kondisi kualitas pendidikan di Indonesia, saat ini sangat rendah yaitu dari 174 negara, rangking Indonesia pada tahun 1998 menduduki urutan ke-105, dan tahun 1999 merosot menjadi rangking 109, tahun 2004 menempati rangking ke-111 dari 177 negara (Human Development Index).
Suparlan Suhartono (Filsapat ILmu:53) menyatakan:
“ Manusia lahir dengan potensi kodratnya berupa cipta, rasa dan karsa. Cipta adalah kemampuan spiritual yang secara khusus mempersoalkan nilai kebenaran. Rasa adalah kemampuan spiritual, yang secara khusus mempersoalkan nilai keindahan. Sedangkan karsa adalah kemampuan spiritual, yang secara khusus mempersoalkan nilai kebaikan.

Sepanjang eksistensinya, manusia senantiasa berusaha mendidik dirinya dengan mencari dan menemukan keselarasan antara pengetahuan dengan perilaku. Di dalam konteks pendidikan manusia adalah makhluk yang selalu mencoba memerankan diri sebagai subjek dan objek, yang berusaha mendidik dirinya untuk perbaikan perilakunya.
Berkaitan dengan perilaku diatas , guru sebagai manusia dalam kontek pengembangan kurikulum harus mampu mengikuti perkembangan tersebut. Pengembangan pendidikan dimulai dari pengembangan kurikulum. Guru sebagai pelaku pendidikan harus mampu menempatkan pengembangan kurikulum sebagai landasan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Pengembangan kurikulum akan berhasil jika didikuti oleh pengembangan sumber daya manusia diantaranya guru.Untuk bisa mengembangkan kurikulum, maka seorang guru pun harus mampu meningkatkan kompetensi dirinya. Kompetensi seorang guru meningkat diharapkan untuk mengikuti perubahan –perubahan kurikulum yang senantiasa dikembangkan untuk mengikuti laju perkembangan iptek.

Tidak bisa kita pungkiri, bahwa pengembangan kurikulum sangat erat kaitannya dengan seorang guru, karena guru merupakan ujung tombak pelaku kurikulum. Dengan peningkatan kompetensi, guru mampu melaksanakan kurikulum dengan baik dan dapat mengembangkan kurikulum dalam proses pengajaran. Karena pengembangan kurikulum mesti dilakukan supaya kita mampu bersain dalam era globalisasi dan sebagai landasan bagi peningkatan kualitas pendidikan.
2. Landasan Pengembangan Kurikulum Kaitannya dengan Proses Pengajaran
Dalam rangka memenuhi kepercayaan masyarakat, pendidikan sekolah sibuk dengan kebijakan – kebijakan konkret yang menarik simpati. Sistem rangking, kelas unggulan, system evaluasi, dan sebagainya, semuanya dimuarakan pada kepentingan pendidikan.

Sagala (2000:8-9) menyatakan:
Sekolah dapat dikatakan bermutu apabila prestasi sekolah khususnya prestasi siswa menunjukan pencapaian yang tinggi dalam (1) Prestasi akademik yaitu nilai raport dan nilai Ebtanas murni yang memenuhi standar, (2) Memiliki nilai-nilai kejujuran, ketaqwaan, kesopanan, dan mampu mengapresiasikan nilai-nilai budaya dan, (3) Memiliki tanggung jawab yang tinggi dan kemampuan yang diwujudkan dalam bentuk keterampilan sesuai dasar ilmu yang diterima disekolah.”

Oleh sebab itu pendidikan tidak cukup hanya dipelajari secara ilmiah teoretis dengan sasaran kecerdasan intelektual saja. Nilai-nilai hakiki pendidikan seharusnya dipelajari secara seksama dengan sasaran kecerdasan spiritual, untuk kemudian dikembangkan didalam keseharian kehidupan bermasyarakat dengan sasaran konkret berupa kecerdasan emosional. Sehingga pengembangan kurikulum sangat diperlukan dalam kontek seperti ini, karena kemajuan teknologi mendorong perubahan kehidupan.
Pengembangan kurikulum selain dapat merubah kompetensi seorang guru, juga dapat mempengaruhi pada perubahan proses pengajaran. Karena dengan berubahnya kurikulum otomatis bahan yang diberikan oleh seorang guru akan berubah, sehingga dapat mempengaruhi berubahnya proses pengajaran.
Memang banyak faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan itu sendiri. Salah satunya adalah faktor perencanaan pendidikan yang nantinya akan membentuk suatu system tertentu. Sistem pendidikan ini sendiri harus sesuai dengan relevansi kebutuhan dan tuntutan jaman. Pendidikan yang baik harus dilaksanakan secara terarah, sistematis sesuai tujuan yang telah direncanakan serta mengacu pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi juga dilandasi oleh iman dan takwa.
Keberhasilan sutau kurikulum tidak hanya sampai pada proses perencanaan, tetapi juga ditentukan pada proses pengajaran seorang guru.Perencanaan pada hakekatnya merupakan kegiatan yang berorientasi kedepan, yang dapat menentukan keberhasilan suatu proses pengajaran. Pengembangan kurikulum dapat tertuang dalam suatu perencanaan, sehingga dapat menjadi landasan sutu proses pengajaran.Maka dari itu ternyata landasan pengembanga kurikulum sangat erat kaitannya dengan proses pengajaran.
3. Cara-cara Guru Mengembangkan Kurikulum
Salah satu kebijakan pemerintah yang strategis dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan yaitu dengan diterapkannya teori manajemen berbasis sekolah ( MBS) yang memberikan peluang bagi pengelola pendidikan disekolah untuk mendesain, merancang suatu program dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki. Potensi itu dapat berupa sumber daya manusiannya, fasilitas dan dana.
Dalam rangka memberikan pendidikan yang berkualitas, perencanaan pendidikan harus dirumuskan secara menyeluruh, mulai dari tingkat nasional (makro), daerah (meso), sampai pada tingkat sekolah (mikro). Gejala ini perlu mendapat respon proaktif dengan cara berupaya memahami paradigma baru dalam pengelolaan pendidikan yang menuntut kajian kontekstual suatu organisasi pendidikan.
Landasan pengembangan kurikulum dapat dijadikan suatu acuan bagi seorang guru untuk dapat melaksakan kurikulum dengan baik. Mulai dari isi kurikulum itu sendiri yang dituangkan dalam suatu perencanaan pengajaran yang meliputi dari perencanaan tahunan , perencanaan semester, silabus, RPP, dan alat evaluasi.
Dengan adanya perencanaan yang baik diharapkan proses pengajaran dapat dilaksanakan dengan baik sehingga ilmu yang diberikan sampai pada sasaran yang diharapkan sesuai dengan tujuan pendidikan.
Banyak cara-cara seorang guru untuk dapat mengembangkan kurikulum, tergantung bagaimana seorang guru memilih model,metoda, serta tipe pengajaran yang dapat dikembangkan dalam proses pengajaran. Selain kompetensi dan kreatifitas seorang guru, suatu proses pengajaran dapat berhasil jika memiliki perencanaan yang baik.Jadi pengembangan kurikulum dapat dilakukan oleh seorang guru jika guru tersebut memiliki kompetensi yang cukup, mampu membuat perencanaan pengajaran, juga mampu menyajikan perencanaan dalam proses pengajaran dengan baik, dan bisa mengevaluasi hasil pengajaran yang telah dilaksanakan.
BAB III KESIMPULAN

Ilmu pengetahuan dan teknologi adalah suatu system intelektual pemberdayaan manusia yang dihasilkan dari system kegiatan pendidikan. Dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, segala perubahan yang direncanakan oleh pendidikan dapat dilaksanakan. Dalam hubungannya dengan pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi mendukung tanggung jawab untuk membudayakan eksistensi kehidupan manusia. Sehingga lebih berpeluang untuk menciptakan perubahan- perubahan yang bermanfaat bagi kehidupan yang lebih berkembang dan maju.
Diantaranya perubahan dalam pendidikan yaitu adanya pengembangan kurikulum, yang dapat dijadikan sebagai landasan bagi pengembangan kompetensi seorang guru dalam kaitannya dengan perencanaan dan proses pengajaran yang mampu mencapain tujuan pendidikan yang diharapkan. Melalui perencanaan yang baik diharapkan guru mampu melaksanakan proses pengajaran dan mengembangkan kurikulum yang ada dengan maksimal. Perencanaan pada hakikatnya merupakan kegiatan yang berorientasi kedepan. Ada suatu ungkapan yang menyatakan bahwa “ the future without planning is nonsense”. Memang harus diakui bahwa masa depan bukan merupakan khayalan, tetapi merupakan peluang dan tantangan yang memerlukan pengelolaan secara kreatif, professional, efektif dan efisien.Dengan landasan pengembangan kurikulum mampukah seorang guru untuk dapat melaksanakan proses suatu pengajaran dengan cara yang lebih kreatif demi tercapainya kualitas pendidikan yang lebih baik untuk menyongsong era perkembangan iptek dan globalisasi. Demikian makalah ini penulis buat hanya untuk dijadikan pedoman dalam melaksakan kegiatan pendidikan , selanjutnya berada dibawah tanggung jawab masing-masing sesuai hati nurani untuk dilaksanakan atau tidak.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar